Hanya dengan itu pun aku tersenyum.
Kamu sungguh terlihat manis.
Apa yang kau lakukan benar-benar membuatku tak bisa berhenti berimpi.
Dan setiap kali kita bertemu aku akan tetap tersenyum

Menyenangkan sekali ketika tahu padus himpunan ikut mengisi acara RAKERNAS BEM SE-Indonesia he.he.he tal 25 juli kemarin. Cukup deg.degan ketika lagu pertama tapi ini bukan pertama kalinya juga kami tampil di BPU
ada pribahasa buku adalah jendela dunia, ini tepat sekali. Ketika saya membaca buku maka saya mendapat ilmu baru dan selesai membacanya ilmu baru itu tak hanya sekedar kita ketahui tapi biasanya secara tidak langsung juga turut mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini banyak buku motivasi bermunculan isinya berasal dari pengalaman sendiri yang luar biasa. Luar biasa ini bukan berarti riya, tapi lebih berdasar berbagi pengalaman yang tak biasa dari yang lainnya makanya tadi saya sebut luar biasa he.he.he :)
“Note from Qatar” adalah salah satu buku yang saya sarankan temen.temen baca, banyak ilmu yang bisa kita dapet setelah membacanya, bahkan hari tgl.27 saya mendapat kabar di DT (Darul Tauhid) ada acara bedah buku “Note from Qatar’ dari jam 08.00-12.00 pasti akan menyenangkan sekali bertemu ka’asad, berbagi ilmu serta pengalaman, dan satu hal lagi ini FREE. So, buat temen yang hari ini kebetulan belum ada agenda mari agendakan untuk menngikuti bedah buku ini.


semoga dengan yang nama yang sama saya bisa ikut merasa manfaat dari seminar itu he.he.
@ria@dewi@ika@aul@meli dan @akang2 yang menberi motivasi atas kisahnyaa

aq pun browsing berita2 terbaru, maklum dikosan aq memilih untuk tidak diberi fasilitas TV oleh orang tua. Karena merujuk pada pengalaman sebelum2nya dari yang saya rasakan ketika menuntut ilmu di SMA dan cerita orang sekitar.
TV menjadi salah satu faktor yang mengganggu frekuansi belajar siswa.
99.99%
hampir tetidur. maksud disini dah nguap beberapa kali, namun untung tidak tertangkap mata dosen. Padahal seperti biasa kursi strategis telah qu tempati. "Posisi Menentukan Prestasi" dalam hal ini q memandang positif, karena apabila posisi duduk kita di belakang maka kita lebih terfokus pada kepala mahasiswa lain yang bergerak dibanding materi dari dosen. Apalagi duduk dibelakang sangat banyak godaan juga bisikan, << class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=193310-woodfish.gif" alt=":lamagawa:" title=":lamagawa:" height="50" width="50">
. Dan matkul pun diakhiri















he.he, maf agak sedikit bersemangat dalam hal ini




hanya saja aku harus mengikuti tes untuk masuk Himpunan dengan suaraku yang tak bagus2 amet
1..2..3... dengan tangan dingin aq bernyanyi bla...bla..bla...
Ketika kita berani untuk bermimpi akan suatu hal, maka pada saat itu juga secara tidak langsung diri kita sendiri berusaha untuk siap akan hasil dari usaha untuk mewujudkan mimpi tersebut. Diawali dengan merencanakan sebuah kegiatan untuk mencapainya, lalu mengolah potensi dalam diri agar benar-benar maksimal, kemudian turun dengan usaha melakukan kegiatan, dan melakukan evaluasi setiap melakukan kegiatan yang menjadi usaha kita dalam mewujudkan mimpi secara continue. Pada akhirnya dari usaha tersebut dapat kita simpulkan dari pertanyaan “apakah mimpi kita sudah tercapai atau tidak?” Dalam menjawab hal ini terkadang, kita menemui kata ‘tidak’ dan ketika hal itu terjadi seringkali kita berlarut-larut dalam kesedihan karena kecewa mungkin atas usaha yang kita nilai kurang maksimal. Sehingga pada saat kita memulai kegiatan baru lagi terkadang menyisakan rasa pesimis.